Tidak jauh berselang , tinggal menunggu hitungan hari, bangsaku tercinta inih akan melangsungkan salah satu perhelatan akbar, suatu peristiwa serius penentu masa depan (at least untuk 5 tahun ke depan) yang dikenal sebagai PESTA DEMOKRASI ==Pemilu 2009==.
Menarik untuk mencermati, “prefiks” kata PESTA di depan kata DEMOKRASI. Bangsa ini memang bangsa tangguh, menggambarkan sebuah proses serius dengan kata PESTA, hebat bener…. ckckckckck..
Tetapi memang menjadi kenyataan dilapangan, suatu hal yang jelas nampak di hadapan, sebelum hajatan utama dilakukan, setiap kontestan parpol memberikan sebuah tontonan menggelikan yang menghabiskan dana tidak sedikit. Massa dikumpulkan di lapangan, dimobilisasi dengan iming-iming uang nasi dan bensin sekedarnya untuk menerima sebuah sajian “PESTA” penyampaian visi-misi umbar janji para calon penguasa (p kecil) yang akan duduk di medan laga. Sering sekali, demi sekedar menghangatkan suasana di PESTA ini disajikan berbagai macam hiburan, mulai dari hiburan yang religi agamis, modern sampe tarian erotis (wow, bukan tarian ala almarhumah ma’ Erot loh), entah kenapa dengan bangsa ini. Apakah memang perlu sajian tadi untuk membuka nalar logika massa??? apakah memang perlu sajian tadi untuk membuka nalar nurani massa?? ckckck memang hebat bangsa inih….
Tapi yang paling melegakan adalah, indikasi bahwa massa saat ini sudah mulai cerdas melihat peluang, betapa tidak, minimal ada sekitar 44 parpol peserta pemilu, dan sekian ribu caleg yang akan bertanding, massa mulai cerdas dan bisa melakukan perhitungan secara ekonomi terhadap hausnya masing2 parpol dan caleg dalam mencari dukungan, hehehehe, muncullah sekarang PROFESI baru (khususnya di golongan “wong cilik” yang notabene jumlahnya sangat banyak di Indonesia)yaitu simpatisan MULTI PARPOL yang bekerja sesuai dengan jadwal kampanye terbuka masing2 Parpol. Sontak seketika , banyak kepala keluarga (terlebih yang punya anak dan istri banyak ..loh) mulai menjajakan diri menjadi peserta kampanye BAYARAN…
Well , selain mendatangkan rejeki bagi beberapa orang, muncul suatu permasalahan lain yang tidak bisa dianggap sepele, APAKAH BANYAKNYA MASSA yang menghadiri kampanye bisa dijadikan sebagai ukuran dukungan??? Apakah banyaknya massa bisa dijadikan sebagai ukuran tingkat “RESPECT” terhadap pemilu itu sendiri?? atokah itu semua hanya fatamorgana, semu tetapi indah , terlebih di tengah padang pasir pemuja suara terbanyak.
Seandainya itu adalah fatamorgana, maka mari kita tunggu dan lihat bersama-sama Tanggal 9 April 2009.
Selama PEMILU itu adalah PESTA, maka hal tersebut tidak akan pernah bisa menjadi solusi bangsa yang sedang sekarat dan melarat inih, selama PEMILU itu bukan PENCERDASAN , maka tidak akan bisa menghantarkan bangsa ini sejahtera adil dan makmur, selama PEMILU itu PESTA, maka akan semakin subur praktek ELIT menipu massa dan MASSA menipu ELIT, kok pada saling tipu ginih sich…hah..ckckck Hebat bener bangsa inih…
2 responses so far ↓
DR // April 7, 2009 at 9:19 am |
sebenarnya agak prihatin yah pak dengan kondisi pemilu bangsa ini..
konvoi yang bikin macet jalann.. orasi seribu janji yang ntah bakalan ditepati gak kalo kepilih nanti..
kenapa yah, gak ada kampanye yang lebih nyata manfaatnya buat masyarakat?
drpd sekedar dangdutan, membagi2kan kaos 10rb-an, pasang banner di sembarang tempat bikin gak indah pemandangan!
ada baiknya uang buat kampanye tersebut dipakai untuk benerin jalan yg rusak mungkin, bangun posko kesehatan/listrik/internet di desa2.. yah, ntah kenapa pola pikir kampanye yg lebih bermanfaat itu gak ada yah pak? sayang sekali, padahal notabene caleg2 itu cerdas..
kenapa kampanyenya ga cerdas?
yah, apapun itu, saya nggak golput kok.
pgn ikut mennentukan nasib bangsa ini.
pada dasarnya semua partai misi dan visinya bgs pengen menyejahterakan Indonesia, cuma yg diamanatin itu bisa gaa bawa visi misi partainyaa..
ah jadi aja saya curhat nih pak, hehehe…
mari kita nyontreng!!!
Erda Guslinar // April 8, 2009 at 2:46 am |
yuk, nyontreng yuk ,met nyontreng…..